Social Media dan Revolusi di Mesir


Masih segar dalam ingatan ketika beberapa waktu yang lalu, Mesir digoyang oleh serangkaian aksi demonstrasi besar-besaran oleh masyarakatnya. Demonstrasi ini bertujuan untuk menjatuhkan rezim Mubarak yang sudah memimpin negara tersebut selama berpuluh-puluh tahun melalui tangan besinya. Mubarak dikenal sebagai kepala negara yang memerintah dengan sistem otoriter, dimana disinyalir telah terjadi korupsi besar-besaran yang mengakibatkan kerugian terhadap negara.

Konon kabarnya pergolakan di Mesir dipelopori oleh generasi muda yang termotivasi oleh keberhasilan negara tetangganya dalam menjatuhkan rezim yang pada waktu itu berkuasa. Tidak hanya itu, social media khususnya twitter, facebook, dan youtube disebut-sebut sebagai alat sakti yang membantu keberhasilan aksi ini.

Kemaren saya iseng-iseng mencari jurnal mengenai social media. Diantara sederet judul yang ada, saya tertarik dengan salah satu jurnal yang membahas bagaimana social media dapat membantu keberhasilan generasi muda dalam menjatuhkan rezim Mubarak. Setelah membaca jurnal tersebut ada beberapa poin penting yang ingin saya sharing disini, diantaranya adalah ;

  • Tunisia merupakan role model bagi Mesir dalam melakukan aksi demonstrasi, terutama dalam penggunaan media untuk penggalangan dukungan. Tidak hanya itu, Tunisia juga berbagi pengalaman kepada rakyat Mesir mengenai pilihan kata yang pas untuk mempropaganda, dan media apa saja yang efektif. Disini dapat dilihat secara tidak langsung bahwa Tunisia memiliki peran yang cukup kuat dalam memnyukseskan aksi demostrasi Jan25.
  • Social media digunakan untuk penyebaran informasi terutama informasi yang berhubungan dengan keadaan Mesir pada saat itu.
  • Social media pertama kali digunakan ketika terjadinya aksi pembunuhan terhadap Khaled Said oleh polisi setempat. Hal ini kemudian menjadi momen yang dimanfaatkan oleh generasi muda untuk menjaring dukungan dengan membuat page di facebook dengan judul Khaled Said. Tidak hanya facebook, generasi muda juga menggunakan twitter untuk live report mengenai situasi terkini di Mesir dengan menggunakan hastag, yang membuat perhatian dunia langsung tertuju ke Mesir. Selain itu, tokoh-tokoh oposisi juga menggunakan youtube untuk memberikan dukungan dan saran kepada rakyat Mesir untuk terus melawan pemerintah. Bahkan terkumpulnya masa dalam jumlah besar di lapangan Tahrir pada tanggal 25 Januari juga merupakan hasil pertolongan dari social media.

Jadi, kalau menurut hemat saya keberhasilan revolusi Mesir bukan hanya karena bantuan social media. Banyak faktor lain yang membantu kesuksesan rakyat Mesir dalam menjatuhkan rezim Mubarak. Social media hanya salah satu dari sekian faktor. Semoga bermanfaat. :)

Advertisements

One thought on “Social Media dan Revolusi di Mesir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s