Blind Ideology


Setiap manusia pasti pernah memiliki guru dalam kehidupannya. Baik guru dalam arti sebenarnya atau tidak. Sejatinya setiap guru memiliki ideologi tersendiri dalam memandang suatu permasalahan. Ketika berkomunikasi,sang guru mentransfer ideologi tersebut kepada anak didik.

Suka atau tidak, sadar atau tidak,kita sering menerima dan memproses ideologi tersebut tanpa adanya proses seleksi dan verifikasi terlebih dahulu. Hal ini lah yang sering menimbulkan ideologi buta atau blind ideology.

Fenomena ini sering saya temukan pada teman-teman di kampus. Seorang dosen dekat tampilan dan cara penyampaian yang menarik mencoba mentransfer atau bahkan mendoktrin sebuah ideologi. Teman-teman saya pun menelan ideologi itu mentah-mentah,seperti adam yang dibutakan oleh bujuk rayu untuk memakan buah khuldi. Walhasil,mereka hanya percaya apa yang dikatakan oleh sang dosen pendongktrin. Sedangkan apa yang disampaikan oleh dosen lain hanya dianggap angin lalu. Padahal,belum tentu dosen lain salah. Jadi,kita sebagai mahasiswa bijak lah dalam memilah,memilih,dan memproses setiap informasi. Beacause human is human, and he is not a God.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s