Memaafkan Versi Tere Liye


Beberapa hari yang lalu, saya baru saja menamatkan membaca novel Tere Liye yang berjudul “Rindu”. Sebelum membaca novel ini, saya memang sudah sering melihat buku karangan Tere Liye di toko buku- toko buku. Hanya saja saya kurang tertarik. Karena dalam pikiran saya cerita yang ditulisnya pasti hanya seputar cinta-cintaan dan kurang makna. Sampai akhirnya, saya mengetahui bahwa novel “Rindu” memenangkan nominasi best islamic novel dari Republika. Saya pun jadi penasaran. Apa sih bagusnya buku karangan Tere Liye.

Setelah membaca buku tersebut lembar per lembar, saya tidak heran kenapa buku karangan Tere Liye banyak laris dipasaran. Karena membaca kisah di buku ini memang bikin ketagihan. Bahasanya yang mudah dicerna tapi sarat makna mampu menggungah kita tentang hal-hal kecil dalam kehidupan. Seperti salah satu kalimat yang sangat dalam maknanya bagi saya.

Memaafkan bukanlah proses dimana kita merasa benar dan orang lain salah. Tapi kita memilih memaafkan karena kita memilih untuk menciptakan kedamaian dalam diri kita.

Makna memaafkan yang ini sangat mengena bagi saya. Karena ketika kita memaafkan orang lain hanya karena kita merasa benar maka ketenangan tidak akan datang. Setidaknya itu yang sudah saya rasakan. Hehe.. Balik lagi ke masalah novel “Rindu”. Setelah menamatkannya saya pun penasaran bagaimana sosok Tere Liye. Iseng-iseng googling ternyata saya salah prasangka. Saya kira Tere Liye adalah seorang perempuan. Hehe.. Ternyata salah besar. Beliau adalah seorang pria dengan profesi sebagai akuntan. Tapi tidak mengapa, karena saya tidak sendirian dalam salah mereka sosok Tere Liye. Hehe..

Berikut penampakan cover novel Rindu. Selamat membaca teman-teman.

Penampakan Novel Rindu Karya Tere Liye
Advertisements

2 thoughts on “Memaafkan Versi Tere Liye

  1. Agan Irham says:

    Hm.. indah sekali teori memaafkan tere ini. Rasional dan personal, tapi nyata utk perdamaian sosial.
    Ngomong2 meski tere suka tema cinta, tapi bagus kok. Tidak lebay, rasional, dan suka menggali motivasi dan pelajaran berharga dalam gambaran hidup yang biasa, seperti gambaran kehidupan kita sehari hari.
    Kalau pernah nonton film Tampan Tailor, mungkin spt itu lah kira2.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s